Minggu, 07 Oktober 2012

Egoisme dan Hedonisme

EGOISME DAN HEDONISME
a. Egoisme
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme. Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau "mencintai diri sendiri," dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan / atau kecerdikan untuk menipu. Egoisme berbeda dari altruisme, atau bertindak untuk mendapatkan nilai kurang dari yang diberikan, dan egoisme, keyakinan bahwa nilai-nilai lebih didapatkan dari yang boleh diberikan. Berbagai bentuk "egoisme empiris" bisa sama dengan egoisme, selama nilai manfaat individu diri sendirinya masih dianggap sempurna.
b. Hedonisme
Hedonisme berasal dari bahasa Yunani “hedone” yang berarti kesenangan. Dalam filsafat Yunani hedonisme sudah ditemukan oleh Aristippos. Kesenangan merupakan kodrat manusia sejak masa kecilnya dan bila telah tercapai ia tidak mencari sesuatu yang lain lagi. Sebaliknya, ia selalu menjauhkan diri dari ketidaksenangan. Yang baik dalam arti sebenarnya adalah kenikmatan kini dan disini Akan tetapi, ada batas untuk mencari kesenangan. Untuk itu perlunya pengendalian diri tidak sama dengan meninggalkan kesenangan. Yang penting ialah mempergunakan kesenangan dengan baik dan tidak membiarkan diri terbawa olehnya, Filsuf Yunani lain yang melanjutkan hedonisme adalah Epikuros (341-270 s.M), yang memimpin sebuah sekolah filsafat di Athena. Epikuros pun melihat kesenangan (hedone) sebagai tujuan kehidupan manusia. Menurut kodratnya setiap manusia mencari kesenangan, tapi pengertiannya tentang kesenangan lebih luas daripada pandangan Aristippos. Dalam menilai kesenangan, menurut Epikuros kita harus memandang kehidupan sebagai keseluruhan termasuk juga masa lampau dan masa depan. Dalam hedonisme terkandung kebenaran yang mendalam : manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dan berupaya menghindari ketidaksenangan. Psikologi modern –khususnya psikologi yang memamfaatkan psikoanalisis Sigmund Freud memperlihatkan bahwa kecendrungan manusia itu bahkan terdapat pada taraf tak sadar. Seringkali manusia mencari kesenangan tanpa diketahuinya (bandingkan paham libido pada Freud).

c. Perbedaan Egoisme dengan Hedonisme
Jika dipikirkan secara konsekuen, hedonisme mengandung suatu egoisme, karena hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri saja. Yang dimaksudkan dengan egoisme disini adalah egoisme etis atau egoisme yang mengatakan bahwa saya tidak mempunyai kewajiban moral membuat sesuatu yang lain daripada yang terbaik bagi diri saya sendiri. Egoisme etis mempunyai prinsip : saya duluan, orang lain belakangan saja. Tapi prinsip itu sulit untuk dipertahankan. Apa yang membuat saya menjadi begitu istimewa? Mengapa saya membutuhkan lebih banyak atau hal hal lebih baik daripada orang lain ? Egoisme etis harus ditolak karena bertentangan dengan prinsip persamaan: semua manusia harus diperlakukan dengan cara sama, selama tidak ada alasan untuk perlakuan berbeda. Jika dua pasien pada waktu yang sama tiba di rumah sakit, yang satu pasien gawat, yang lain pasien biasa, maka ada alasan untuk melayani pasien gawat dulu dan baru kemudian pasien biasa. Jika dua anak muda ikut dalam tes masuk perguruan tinggi dan yang satu memperoleh nilai bagus sedangkan yang kedua mendapat nilai jelek, maka ada alasan juga untuk perlakuan yang berbeda, yaitu menerima yang pertama dan menolak yang kedua. Tapi jika tidak ada alasan untuk perlakuan yang berbeda, dua oran harus diperlakukan dengan cara yang sama. Saya tidak bias menuntut bahwa sayalah yang didahulukan, jika tidak ada alasan yang relevan.

Dari uraian diatas maka saya menyimpulkan ada pokok penting yang membedakan antara egoisme dengan hedonism, yaitu :
1. Egoisme mementingkan diri sendiri ataupun kelompok meskipun orang atau kelompok lain dirugikan sedangkan hedonisme mementingkan diri sendiri demi kesenangan yang didapat secara individual.
2. Hedonisme mengandung sifat egoisme sedangkan egoisme belum tentu mengandung hedonisme.
3. Hedoisme timbul dari kodrat manusia yang memang menginginkan suatu kesenangan sedangkan egoism timbul tidak hanya dari psikologis saja tapi bisa dari lingkungan sekitar.

Referensi :
1. http://rudizr.wordpress.com/2012/05/20/hedonisme/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Egoisme



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar