Rabu, 05 Juni 2013

JURNAL AKUNTANSI KINERJA KEUANGAN




ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PT. UNITED TRACTORS (PERSERO), TBK PERIODE 2009-2011.”



Siti Amaliyah
Early Armein Thahar, SE., MM



ABSTRAK

Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kinerja keuangan perusahaan dalam bentuk rasio-rasio keuangan terhadap harga saham PT. United Tractors (Persero), Tbk Periode 2009-2011 dalam bentuk laporan keuangan triwulanan. Metode penulisan yang dilakukan oleh penulis adalah dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah diolah dan dipublikasikan. Adapun data-data yang diperoleh penulis berasal dari situs resmi IDX dan PT. United Tractors. Untuk mengetahui hubungan kedua variabel yang di uji penulis menggunakan metode statistik diantaranya analisis koefisien korelasi sederhana, pengujian hipotesa dan regresi linier berganda. Dengan menguji data dan menganalisisnya dapat diperoleh informasi bahwa ROI memiliki pengaruh yang positif dan kuat terhadap harga saham, ROE memiliki pengaruh yang negatif dan lemah, NPM memiliki pengaruh  yang negatif dan kuat serta PER memiliki hubungan positif dan dan lemah. Berdasarkan untuk uji koefisien secara bersama-sama (Uji-F) diperoleh kesimpulan bahwa keempat variabel bersama-sama memiliki  hubungan yang signifikan terhadap harga saham.

Kata Kunci : Analisis Pengaruh, kinerja keuangan, dan harga saham


PENDAHULUAN
Salah satu cara perusahaan mendapatkan dana adalah melalui pasar modal. Pasar modal merupakan sumber utama bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dana dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu panjang. Seiring dengan banyaknya perusahaan yang membutuhkan dana tambahan modal dari pihak luar, sehingga mereka melakukan penawaran bagi pihak luar untuk menanamkan modal pada perusahaan tersebut. Untuk memperoleh modal dari penjualan saham maka perusahaan harus mencatatkan efeknya dipasar modal melalui proses go public. Perusahaan  yang telah go public berarti perusahaan tersebut merupakan milik masyarakat umum dimana sebagian surat berharganya (saham atau obligasi) diperjualbelikan di pasar modal, maka perusahaan yang bersangkutan berkewajiban untuk memeberikan informasi penting bagi calon-calon investor. Informasi penting yang dinilai investor adalah kinerja perusahaan. Semakin baik kinerja perusahaan maka harga sahamnya akan lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kinerja keuangan dengan harga sahamnya. Kinerja keuangan merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan dapat menggunakan analisa laporan keuangan, karena dari laporan keuangan inilah dapat dilihat secara tersurat kinerja dari suatu perusahaan. Melalui analisis laporan keuangan dihasilkan informasi tentang penilaian dan keadaan keuangan suatu perusahaan, baik yang telah lampau atau saat sekarang serta ekspektasinya di masa depan bagi para investor.
Para investor baik dari luar maupun dalam negeri harus memperhatikan resiko yang berkaitan dengan kepemilikan saham karena resiko investasi pada saham pada dasarnya sangat tinggi, selain bertujuan untuk memperoleh keuntungan berupa deviden kas, investor juga mengharapkan kenaikan harga saham berupa capital gain. Hal ini disebabkan harga saham yang sangat fluktuatif. Pada suatu saat perusahaan mungkin tidak dapat membagikan deviden dikarenakan perusahaan mengalami kerugian sehingga dalam menanamkan modalnya, para investor harus mempertimbangkan secara matang di perusahaan mana dana tersebut akan ditanamkan. Oleh karena itu, perusahaan yang dipilih tentu saja adalah perusahaan yang sehat dan menghasilkan kinerja yang baik, karena itulah analisis kinerja perusahaan perlu dilakukan.
Salah satu perusahaan yang telah go public adalah PT. United Tractors yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT. Astra International Tbk. Perusahaan ini merupakan distributor alat berat di Indonesia selain itu juga berperan aktif di bidang kontraktor penambangan dan  pertambangan batubara. Perluasan bisnis ini merupakan hasil dari suatu kinerja yang baik yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Secara umum, semakin baik kinerja suatu perusahaan semakin tinggi laba usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham, juga semakin besar kemungkinan harga saham akan naik. Meskipun demikian saham yang memiliki kinerja baik sekalipun, harganya bisa saja turun karena keadaan pasar.

KAJIAN TEORI
“Kinerja keuangan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan” (Simanjuntak, 2005 ; 1).
Menurut Standar Akuntansi Keuangan, pengertian kinerja perusahaan adalah Penghasilan bersih (laba) seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar ukuran yang lain seperti imbalan investasi (return of investment) atau penghasilan per saham (earning per share). Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban.  Pengakuan dan pengukuran penghasilan dan beban, dan karenanya juga penghasilan yang bersih (laba), tergantung sebagian pada konsep modal dan pemeliharaan modal  yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangannya (Ikatan Akuntan Indonesia, 2007 ; 17).
“Kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang,kinerja adalah suatu perbuatan, suatu prestasi, suatu pameran umum keterampilan” (Whitmore, 2005 ; 104).
Jadi, dari beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja (Performance) perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Pemanfaatan sumber daya yang ada secara maksimal dapat mencerminkan keberhasilan sebuah pekerjaan yang lebih baik yang berasal dari kombinasi kemampuan dan pelaksaan fungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Apabila penilaian kinerja perusahaan buruk maka asumsi yang diterima oleh masyarakat tentang perusahaan itupun pasti buruk. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja perusahaan baik maka asumsi yang diterima juga baik.
Analisis rasio keuangan merupakan alat utama dalam menganalisis laporan keuangan, karena analisis dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan yang merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti lagi bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan dengan dua periode atau lebih, dan dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang mendukung pengambilan keputusan.
“Peralatan untuk memahami laporan keuangan (khususnya neraca dan laba-rugi)” (Mardiyanto, 2009 ; 51).
“Pengertian rasio itu sebenarnya hanyalah “Alat” yang dinyatakan dalam aritmatikal yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara 2 macam data finansial”(Riyanto, 2006 ; 253).
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa analisa rasio merupakan suatu cara untuk menganalisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan, lalu hasil dan analisanya dapat digunakan sebagai dasar untuk menginterprestasikan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
“Saham merupakan surat berharga yang bersifat kepemilkkan. Artinya si pemilik saham merupakan pemilik perusahaam. Semakin besar saham yang dimilikinya, maka semakin besar pula kekuasaannya di perusahaan tersebut”(Kasmir, 2008 ; 209).

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Metode Deskriptif dan Metode Asosiatif, di mana Metode Deskriptif di mulai dari menyusun dan mengklasifikasikan data yang telah dikumpulkan, menganalisanya, dan kemudian menginterprestasikannya secara deskriptif untuk memberikan gambaran tentang fakta-fakta yang ada, dan Metode Asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

PEMBAHASAN
Analis  Perhitungan Rasio Profitabilitas
            Setelah melakukan perhitungan pada rasio profitabilitas terhadap laporan keuangan PT. United Tractors Tbk diperoleh besarnya ROI, ROE dan NPM setiap triwulan periode 2009-2011 seperti pada tabel 1 berikut ini :


Tabel 1
PT. United Tractors Tbk
Daftar Rasio Profitabilitas
Periode 2009-2011
                                                                   
Tahun
Periode
Rasio Profitabilitas
ROI (%)
ROE (%)
NPM (%)
2009
I
3.57
6.79
11.66
II
8.42
15.22
13.50
III
12.67
22.11
13.91
IV
15.64
27.58
13.06
2010
I
3.59
6.15
10.41
II
6.82
12.90
10.44
III
10.66
18.83
10.64
IV
13.04
24.00
13.38
2011
I
4.04
7.43
10.25
II
6.23
10.22
9.91
III
9.85
16.34
10.94
IV
12.70
21.45
10.72
Sumber : Data diolah berdasarkan Laporan Keuangan Triwulanan PT. United Tractors (persero), Tbk Periode 2009-2011

Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat dilihat bahwa rasio profitabilitas baik ROI, ROE maupun NPM memiliki kecenderungan yang sama yaitu besarnya profitabilitas kecil pada triwulan pertama dan berangsur – angsur mengalami kenaikan ditriwulan berikutnya sampai puncaknya pada triwulan ke empat atau triwulan penutupan. Kecilnya profitabilitas disetiap awal periode disebabkan konsumen atau pelanggan diawal tahun belum melakukan kegiatan bisnis secara maksimal sehingga hal ini akan mempengaruhi pendapatan laba  yang diterima oleh perusahaan sehingga harga saham pada awal triwulan lebih kecil dibandingkan triwulan berikutnya. Sehingga kondisi ini mengakibatkan harga saham kecil pada awal triwulan yang kemudian akan ditutup dengan harga saham yang tinggi.
Rasio profitabilitas yang terjadi pada PT. United Tractors (Persero), Tbk tahun 2009-2011 mengalami penurunan. Penurunan rasio profitabilitas pada PT. United Tractors (Persero), Tbk dikarenakan kinerja keuangan perusahaan yang kurang baik dan berbagai faktor eksternal lainnya diantaranya situasi perekonomian yang kurang baik disebabkan adanya krisis global yang sangat berdampak buruk bagi semua industri didunia sehingga mengakibatkan harga saham PT. United Tractors (Persero), Tbk menurun serta keadaan keamanan nasional maupun internasional yang selalu timbul adanya peperangan dan teroris didalam negri maupun diluar negri yang berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya, yang dapat mengakibatkan pasar bereaksi negatif terhadap saham PT. United Tractors (Persero), Tbk sehingga harga saham menjadi turun.

Analisa Price Earning Ratio
 
Tabel 2
PT. United Tractors Tbk
Daftar Price Earning Ratio
Periode 2009-2011
Tahun
Price Earning Ratio (PER)
I
II
III
IV
2009
27.66 kali
17.67 kali
17.51 kali
13.51 kali
2010
67.22 kali
33.07 kali
22.98 kali
20.45 kali
2011
55.64 kali
33.29 kali
17.74 kali
15.90 kali
Sumber : Data diolah berdasarkan Laporan Keuangan Triwulanan PT. United Tractors  (persero), Tbk Periode 2009-2011

Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat dilihat bahwa PER yang terjadi pada PT. United Tractors (Persero), Tbk pada tahun 2009-2011 memiliki kecenderungan dimana nilai PER tinggi ditriwulan pertama dan berangsur angsur menurun sampai triwulan keempat atau triwulan penutupan. PER yang tinggi menandakan kinerja perusahaan yang belum maksimal. Hal ini erat hubungannya dengan pendapatan atau laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Semakin kecil laba yang dihasilkan maka nilai PER semakin tinggi. PER yang tinggi diawal triwulan disebabkan aktivitas perusahaan yang belum maksimal sehingga laba yang dihasilkan belum meningkat.
Untuk tiap triwulan PER pada tahun 2010 mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2009 dan pada tahun 2011 PER mengalami penurunan dari tahun 2010 tetapi tetap lebih besar dari PER tahun 2009. Peningkatan dan penurunan PER berdampak pada EPS ( earning per share) atau laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Semakin tinggi laba bersih per lembar saham maka semakin kecil nilai PER. Semakin rendah PER suatu saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diivestasikan. Penurunan PER sangat menguntungkan investor dan perusahaan dianggap memiliki kinerja yang baik. Sebaliknya semakin tinggi nilai PER maka semakin sedikit investor yang tertarik untuk berinvestasi karena harga saham lebih mahal tetapi tidak sebanding dengan laba per lembar saham yang akan diterima perusahaan. Jadi semakin kecil nilai price earning ratio maka semakin baik pula kinerja per lembar saham dalam menghasilkan laba bagi perusahaan. Semakin baik kinerja per lembar saham akan mempengaruhi banyak investor untuk membeli saham tersebut.

Perhitungan Korelasi Sederhana
Perhitungan korelasi sederhana bertujuan untuk mencari kekuatan signifikansi dan arah hubungan antara dua variabel. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara rasio profitabilitas yang terdiri dari Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE),  dan Net Profit Margin (NPM) serta price earning ratio (PER) sebagai variabel bebas (X) terhadap harga saham variabel terikat (Y).
Koefisien masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :
a.                  Hubungan korelasi (r) antara Return On Investment (ROI) (X1) terhadap harga saham (Y) sebesar 0.230, yang berarti antara ROI (X1) terhadap harga saham (Y) memiliki hubungan positif dan lemah artinya ROI naik maka maka harga saham akan ikut naik dan sebalinya ROI turun maka harga saham akan turun tetapi kenaikan dan penurunannya tidak secara signifikan.
b.                  Hubungan korelasi (r) antara Return On Equity (ROE) (X2) terhadap harga saham (Y) sebesar 0.194, yang berarti antara ROE (X2) terhadap harga saham (Y) memiliki hubungan positif dan sangat lemah artinya ROE naik maka maka harga saham akan ikut naik dan sebaliknya ROE turun maka harga saham akan turun tetapi kenaikan dan penurunannya tidak secara signifikan.
c.                  Hubungan korelasi (r) antara Net Profit Margin (NPM) (X3) terhadap harga saham (Y) sebesar -0.666, yang berarti antara NPM (X3) terhadap harga saham (Y) memiliki hubungan negatif dan kuat artinya antara NPM dengan harga saham tidak searah, semakin besar nilai NPM maka semakin kecil pula harga saham dan sebaliknya semakin kecil nilai NPM maka semakin besar harga saham.
d.                 Hubungan korelasi (r) antara Price Earning Share (PER) (X4) terhadap harga saham (Y) sebesar 0.093, yang berarti antara PER (X4) terhadap harga saham (Y) memiliki hubungan positif  dan dan sangat lemah, artinya kenaikan dan penurunan nilai PER akan diikuti oleh kenaikan dan penurunan harga saham tetapi tidak secara signifikan.

Analisis Pengujian Hipotesis
a.      R2 / R-Square (Koefisien Determinasi)
Koefisien Determinasi atau Uji R2 mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Tingkat ketepatan suatu garis regresi dapat diketahui dari besar kecilnya koefisien determinasi atau koefisien R2 (R-Square). Nilai koefisien R2 dalam analisis regresi dapat digunakan sebagai ukuran untuk menyatakan kecocokan garis regresi yang telah diperoleh, semakin besar nilai R2(R-square) maka semakin kuat model regresi yang diperoleh untuk menerangkan kondisi yang sebenarnya. Dari hasil penelitian diperoleh adjusted R-Square sebesar 0.801 artinya 80.10% variabel perubahan harga saham dipengaruhi oleh variabel ROI, ROE, NPM, PER dan sisanya sebesar 19.90% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kondisi bisnis dalam negeri maupun luar negeri, kondisi keamanan dan situasi politik, serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat dalam menginvestasikan dananya.

b.      Uji F/Anova
Analisis Anova berguna untuk menentukan apakah model penaksiran yang kita gunakan tepat atau tidak dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variable terikat, yaitu dengan membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% Berikut adalah table Uji F yang diolah dengan menggunakan alat satistik SPSS versi 17.0
Pengujian hipotesa untuk uji ini adalah secara bersama-sama, yaitu :
H0 =   Tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (ROI, ROE, NPM, PER) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (harga saham)
H1 =   Terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (ROI, ROE, NPM, PER) secara bersama-sama terhadap variable terikat (harga saham)

Fhitung 12.074 > Ftabel 4.120 atau SigF 0.003 < 0,05, artinya H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara kinerja perusahaan yang diwakilkan dengan ROI, ROE, NPM dan PER terhadap harga saham.

Perhitungan Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,X3,X4) dengan variabel terikat, apakah masing-masing variabel bebas berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel terikat apakah nilai dari variabel bebas mengalami kenaikan atau penurunan. data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Berikut ini tabel koefisien regresi yang menunjukan besarnya perubahan pada variabel dependent (Y) yang diakibatkan oleh adanya perubahan variabel independent yang masuk dalam model atau tabel yang menggambarkan hubungan antara harga saham sebagai variabel terikat dengan variabel-variabel yang mempengaruhinya.

Y = 45017.925 +5668.769X1 – 2578.420X2 – 3497.923X3 + 112.213X4
Sesuai dengan persamaan regresi yang telah diperoleh, maka model regresi diatas dapat diinterperstasikan sebagai berikut :
1.                  Nilai koefisien konstanta sebesar 45017.925, artinya apabila ROI (X1), ROE (X2), NPM (X3) dan PER (X4) bernilai 0 atau kinerja perusahaan sedang tidak baik, maka harga saham akan bernilai Positif sebesar Rp 45017.925. Signifikansi koefisien konstanta sebesar 0.002 lebih kecil dari 0.05 menunjukkan bahwa konstanta mempengaruhi harga saham secara signifikan. Faktor – faktor ini meliputi kondisi perekonomian dalam negeri maupun perekonomian global, kondisi keamanan dalam negeri mengenai teroris dan terjadinya bencana alam.
2.                Koefisien untuk variabel ROI(X1) sebesar 5668.769, artinya apabila rasio profitabilitas mengalami peningkatan 1% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka harga saham akan naik sebesar Rp.5668,769. Signifikansi ROI sebesar 0.033 lebih kecil dari 0.05 menunjukkan bahwa ROI mempengaruhi harga saham secara signifikan.
3.                  Koefisien untuk variabel ROE (X2) sebesar -2578.420, artinya apabila nilai ROE mengalami kenaikan 1% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka harga saham akan turun sebesar Rp 2.578,420. Signifikansi ROE sebesar 0.072 lebih besar dari 0.05 menunjukkan bahwa ROE mempengaruhi harga saham tidak signifikan.
4.                  Koefisien untuk variabel NPM (X3) sebesar -3497.923, artinya apabila nilai NPM mengalami peningkatan 1% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka harga saham akan turun sebesar Rp 3.497,923. Signifikansi NPM sebesar 0.001 lebih kecil dari 0.05 menunjukkan bahwa ROE mempengaruhi harga saham secara signifikan.
5.                  Koefisien untuk variabel PER (X4) sebesar 112.213, artinya apabila nilai PER mengalami peningkatan 1% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka harga saham akan turun sebesar Rp 112,213. Signifikansi PER sebesar 0.201 lebih besar dari 0.05 menunjukkan bahwa PER mempengaruhi harga saham tidak signifikan.

RANGKUMAN HASIL PENELITIAN
Analisa Rasio Profitabilitas dan PER Perusahaan
Secara keseluruhan rasio profitabilitas pada PT. United Tractors (persero), Tbk pada tahun 2009-2011 mengalami penurunan. Terjadinya penurunan rasio profitabilitas pada PT. United Tractors (Persero), Tbk dikarenakan kinerja keuangan perusahaan yang menurun dan berbagai faktor eksternal lainnya diantaranya situasi perekonomian yang kurang baik yaitu adanya krisis global yang sangat berdampak buruk bagi semua industri didunia, termasuk perusahaan besar di Indonesia salah satunya PT. United Tractors Tbk yang mengalami dampaknya, serta keadaan keamanan nasional maupun internasional yang selalu timbul adanya peperangan dan teroris didalam negeri maupun diluar negri yang berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya, yang dapat mengakibatkan pasar bereaksi negatif terhadap saham PT. United Tractors (Persero), Tbk sehingga harga saham menjadi turun. Selain itu faktor awal tahun secara tidak langsung mempengaruhi penurunan profitabiltas suatu perusahaan karena konsumen atau pelanggan diawal tahun belum melakukan kegiatan bisnis secara maksimal sehingga hal ini akan mempengaruhi pendapatan yang diterima oleh perusahaan tersebut.
PER pada tahun 2010 mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2009. Pada tahun 2011 PER mengalami penurunan dari tahun 2010 tetapi tetap lebih besar dari PER tahun 2009. Berdasarkan perhitungan PER PT. United Tractors (Persero), Tbk pada tahun 2009-2011 tiap triwulannya mengalami penurunan. Penurunan PER memiliki dampak yang positif bagi para  investor karena semakin kecil nilai PER maka semakin besar peluang investor untuk menamkan modalnya. Jadi semakin kecil nilai PER maka semakin tertarik pula investor untuk berinvestasi dan semakin banyak investor yang berminat maka akan mengakibatkan harga saham membumbung tinggi.

Analisa Korelasi, Uji Hipotesa dan Regresi Linear Berganda
1.   Analisa Korelasi Sederhana
  Berdasarkan hasil perhitungan korelasi sederhana maka didapatkan bahwa untuk semua variabel yaitu ROI, ROE, NPM dan PER berkorelasi terhadap harga saham. Dimana ROI memiliki hubungan positif dan lemah, ROE memiliki hubungan positif dan sangat lemah, NPM memiliki hubungan negatif dan kuat serta PER yang memiliki hubungan positif dan sangat lemah.
2.      Analisa Uji Hipotesa
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesa maka didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (ROI, ROE, NPM, PER) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (harga saham).
3.      Analisa Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear berganda maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel yaitu ROI, ROE, NPM dan PER berpengaruh positif terhadap harga saham. Dimana ROI berpengaruh positif dan signifikan, ROE berpengaruh negatif dan tidak signifikan, NPM berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan PER berpengaruh positif dan tidak signifikan.

KESIMUPLAN DAN SARAN
Kesimpulan
Setelah melakukan berbagai pengujian, maka dapat diperoleh hasil bahwa kinerja keuangan PT. United Tractors (Persero), Tbk. selama periode 2009-2011 mengalami penurunan tetapi meskipun terjadi penurunan  perusahaan tetap memiliki kinerja perusahaan yang bisa dikatakan cukup baik. Rasio profitabilitas ROI dan NMP mempengaruhi harga saham secara signifikan sedangkan ROE dan NPM tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham. Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tidak sepenuhnya mempengaruhi harga saham. Selain faktor kinerja perusahaan, faktor ekternal mempengaruhi secara signifikan terhadap perubahan harga saham seperti kondisi perekonomian Indonesia maupun internasional, kondisi alam Indonesia yang tidak stabil sehingga sewaktu – waktu terjadi bencana alam dan kondisi keamana Indonesia dengan maraknya kasus terorisme selain itu juga kondisi politik Indonesia secara tidak langsung mempengaruhi harga saham suatu perusahaan.

Saran
            Berdasarkan kesimpulan yang ada penulis mengemukakan saran-saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi perusahaan, diantaranya yaitu :
1.                  Bagi perusahaan agar lebih meningkatkan rasio profitabilitas dan laba per lembar saham, hal ini di perlukan agar para investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya.
2.                  Bagi para investor untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham selain kinerja perusahaan melalui laporan keuangan sebagai dasar pertimbangan keputusan investasi yaitu perlu mempertimbangkan faktor-faktor ekstern diantaranya tingkat suku bunga, situasi bisnis global dan nasional, keadaan politik, situasi dan keamanan nasional.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting. Edisi 7. BPFE, Yogyakarta
Briham and Houston. 2010. Dasar–dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Salemba 4, Jakarta
Riyanto, Bambang. 2006. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan.Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta
Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Kasmir. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Rajawi Pers, Jakarta
Priyatno, Duwi.2010.Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Cetakan Pertama. MediaKom, Yogyakarta
Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta : Lembaga Penerbit FE.UI
www.idx.co.id
www.Unitedtractors.co.id


           



1 komentar: